Kamis, 01 Desember 2011

Medan Mulai Kembangkan Ikan Lele Santun

Medan Bisnis-Medan. Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan (Distanla) telah mengembangkan pengujian peningkatan kualitas benih lele dengan varietas ikan baru yakni Lele Santun. Dimana, ikan tersebut merupakan hasil hybridisasi atau perkawinan silang antara ikan lele dumbo UPT Budidaya dengan Ikan Lele Sangkuriang yang didatangkan dari BBPBAT Sukabumi.
Kepala Distanla, Wahid melalui Plt Kepala UPT Budidaya R Gatot Pahlawan, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan uji coba perkawinan antara Lele Sangkuriang dengan Lele Sangkuriang, Lele Dumbo dengan Lele Dumbo serta Lele Sangkuriang dengan Lele Dumbo.

Untuk hasilnya, didapatkan pertumbuhan benih hasil perkawinan silang antara Lele Sangkuriang dan Lele Dumbo Tuntungan lebih baik dari yang lain.

"Jika Lele Sangkuriang untuk mencapai ukuran 3-5 cm dan 5-8 cm masing-masing membutuhkan waktu 35 dan 45 hari, maka Lele Sangkuriang disilangkan dengan Lele Dumbo hanya membutuhkan waktu 28  dan 38 hari, dan nilai tersebut lulus SNI Benih Ikan Lele Dumbo dimana umur maksimum lele dengan ukuran 3-5 dan 5-8 masing-masing 40 dan 54 hari," jelasnya kepada MedanBisnis, Jumat (18/3).

Memang sudah diketahui, lele sangkuriang merupakan lele unggul yang terletak pada pertumbuhan, keseragaman ukuran dan daya tahan terhadap serangan penyakit yang lebih baik.

 "Sebenarnya lele sangkuriang sudah dimiliki oleh UPT Budidaya sejak tahun 2007 yang didatangkan dari BBPBAT Sukabumi juga, namun hasilnya belum memuaskan. UPT Budidaya yang memiliki salah satu Tugas Pokok dan Fungsi untuk melakukan uji coba kaji traf, terus melakukan uji coba dan penerapan teknik/prosedur pembenihan sesuai yang dianjurkan BBPBAT Sukabumi, namun belum juga menunjukkan perkembangan yang baik," katanya.

Adanya varietas baru ini kata dia, untuk meningkatkan produksi lele, produksi benih maupun pembesaran yang saat ini Kota Medan kekurangan pasokan benih lele berkualitas. 

"Umumnya benih yang diperdagangkan berukuran 5 hingga 8 cm, namun karena keterbatasan jumlah benih, maka pembudidaya pembesar memilih membeli benih lele dengan ukuran 3 - 5 cm karena khawatir tidak kebagian benih jika mengambil ukuran besar," ungkapnya.

Sementara harga ikan lele konsumsi di pasar tradisional beranjak naik dari yang tahun lalu hanya berharga dikisaran Rp 13.000 per kg menjadi Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per kg. Bahkan pada bulan lalu harga lele di pasar tradisional Pancur Batu, ikan lele dijual dengan harga Rp 19.000 perkg.

Ditambahkannya, saat ini belum mampu untuk memproduksi benih Lele Santun dalam jumlah besar, hal tersebut berhubungan dengan sarana dan prasarana yang sekarang sudah terbatas. "Seluruh wadah budidaya sudah digunakan, baik untuk uji coba maupun produksi yang dititik beratkan pada peningkatan mutu benih ikan Lele Dumbo dan ikan Nila," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar