Senin, 14 November 2011

Revolusi Usaha Pemeliharaan Ikan Air Tawar


Haji Marwan telah melakukan sebuah Revolusi dalam sistem budidaya dan pemeliharaan ikan air tawar. Sosok Haji yang sangat santun ini adalah pioneer bagi merebaknya budidaya dan pembiakan serta pemeliharaan ikan Lele secara intensif dalam sebuah kolam Terpal Plastik. Sistem ini telah menyimpang dari pakem usaha pemeliharaan ikan yang dikenal oleh masyarakan selama ini. Seperti menggunakan kolam dengan membuat galian di halaman rumah atau sawah alias empang, keramba air deras, keramba terapung atau memanfaatkan situ atau telaga tempat air menggenang.

Kenapa bisa dikatakan Haji Marwan melakukan Revolusi Budidaya dan Pembesaran ikan air tawar, seperti Lele jenis Sangkuriang, akan dibahas sebagai berikut:


1. Kolam Terpal Plastik
Haji Marwan telah membuat terobosan dengan memelihara Ikan Lele jenis Sangkuriang di dalam sebuah kolam yang terbuat dari terpal plastik ukuran 5 x 10 m2. Dengan ukuran kolam sebesar ini, Haji Marwan bisa membesarkan lele sebanyak 5.000 ekor. Dan standar besaran (size) Lele Sangkuriang yang kelak dipanen adalah besaran 7-8 ekor untuk 1 kilogram.

Sedang lama pemeliharaan Lele Sangkuriang dari mulai ditebar hingga dipanen hanya membutuhkan waktu antara 40 hari hingga 60 hari. Kelihatannya hitungan lama hari pemeliharaan ini sangat optimis. Tapi fakta yang terlihat di lapangan memang kurun waktu pemeliharaan hingga semua bersih di panen adalah antara 40-60 hari tersebut.


2. Bisa Dilakukan di Lahan yang Sempit
Ukuran kolam maksimal yang cuma sebesar 5 x 10 m2, membuat usaha pembesaran Lele jenis sangkuriang ini dapat dilakukan areal halaman rumah yang sempit. Bisa juga ukuran kolamnya diperkecil sesuai dengan luas tanah yang ada. Misalnya dipekercil menjadi ukuran 2 x 8 m2. Cuma jumlah Lele yang dilepas di kolam ini juga diperkecil jumlahnya. Bisa juga dibuat dengan ukuran 4 x 9 m2. Pokoknya semua ukuran dapat dilakukan sesuai dengan ukuran halaman rumah atau tanah yang hendak di manfaatkan untuk pembesaran ikan Lele jenis Sangkuriang ini.

Syarat populasi Lele dalam sebuah kolam sangat mudah dihitung, yakni luas kolam dalam m2 kali 100 ekor. Bila ukuran 2 x 8 m2, berarti Lele yang dapat dipelihara adalah 16 x 100 = 1.600 ekor. Sedang untuk ukuran 4 x 9 m2 dapat menampung Lele untuk dibesarkan sebanayak 36 x 100 = 3.600 ekor.


3. Budidaya dan Pembesaran Lele Sangkuriang Tidak Butuh Air Banyak
Memelihara ikan selalu konotasinya butuh air yang banyak dan mengalir. Sehingga untuk lahan-lahan yang kritis, dimana selalu ada masalah dengan stok air, seakan-akan sudah ditakdirkan tidak dapat lagi digunakan untuk usaha budidaya atau untuk pembesaran ikan.


Tapi dengan sistem budidaya dan pemeliharaan ikan Lele jenis Sangkuriang ini, petani tidak perlu repot untuk mencari air atau sumber air yang cukup untuk bisa menjalankan usaha ini. Budidaya dan pembesaran ikan Lele Sangkuriang dalam kolam 5 x 10 m2 ini hanya butuh level air setinggi 1 (satu) meter. Nyaris tidak diperlukan adanya penambahan air mulai dari awal pemeliharaan hingga saat panen. Bahkan malah air yang ada di kolam perlu dikurangi bila terjadi curah hujan yang cukup besar. Sedang kondisi air yang semakin hari semakin butek (gelap), malah kondisi yang sangat nyaman dan disukai oleh Lele Sangkuriang.


4. Dapat Memanfaatkan Lahan Kritis
Lahan kritis yang selama ini nyaris tidak bisa digunakan untuk pertanian apalagi perikanan, malah dapat dimanfaatkan untuk usaha budidaya atau pembesaran Lele Sangkuriang. Tinggal mendirikan Kolam yang terbuat dari Terpal Plastik dan dinding kolam disangga keliling dengan bambu, sudah cukup untuk memulai usaha budidaya dan pembesaran ikan Lele jenis Sangkuriang.

Kolam budidaya dan pembesaran Lele Sangkuriang ini malah tidak membutuhkan areal yang teduh, seperti pepohonan atau ada penutup (sun screen) untuk menudunginya. Tapi dengan terbuka dan dengan terpaan sinar matahari yang penuh, Lele Sangkuriang malah dapat tumbuh secara baik.

Hal ini bisa demikian karena keruhnya air kolam akibat dampak akumulasi pakan yang diberikan dan akibat pertumbuhan lumut dalam kolam, akan membuat paparan sinar matahari tidak dapat menembus jauh ke dalam kolam. Sehingga ikan Lele tidak akan mati karena kepanasan akibat kena paparan sinar matahari secara langsung.


5. Pakan yang Lebih Hygienis
Budidaya dan pemeliharaan lele selalu dihubungkan dengan sesuatu yang "jorok" dan "tidak hygienis". Hal ini karena sistem pemeliharaan ikan Lele selama ini telah salah. Karena Lele bisa hidup dalam media air yang sangat keruh. Maka ikan Lele banyak dipelihara dalam penampungan akhir limbah rumah tangga. Bahkan tidak sedikit pula yang membesarkan ikan Lele dengan memberikan bangkai sebagai pakan sehari-harinya. Alhasil ikan Lele menjadi sangat tidak pupolar dan menjadi lauk hidangan makanan kelas bawah.

Tapi budidaya dan pembesaran ikan Lele jenis Sangkuriang oleh Haji Marwan telah merevolusi semua sistem pemeliharaan mainstream (umumnya yang berlaku). Haji Marwan menekankan, bahwa "kemitraan usaha Lele yang saya rintis harus Hygienis. Dimana Lele Sangkuriang yang dipelihara harus dibesarkan dengan menggunakan Pakan Pelet. Bila ada kemitraan yang tidak ikut aturan, dimana ada yang kasih makan Lele pakai bangkai atau limbah kotor lainnya, maka Mitra tersebut akan dikeluarkan dari kelompok usaha budidaya dan pemeliharaan ikan Lele jenis Sangkuriang."

Adapun tujuan dari Haji Marwan adalah untuk meningkatkan Pasar dari Lele, dalam hal ini Lele Sangkuriang sebagai pioneernya. “Jangan sampai pasar ikan Lele ini cuma kelas bawah. Kan sudah terbukti bahwa ikan Lele bagus untuk kesehatan kerena mengandung Omega-3. Terus kalangan masyarakat atas juga kudu (harus) bisa menerima ikan Lele untuk dihidangkan diatas meja makan mereka. Coba sekarang restaurant kelas atas mana yang menggunakan ikan Lele dalam menu sajian utamanya.

Tidak ada kan?! Nah, semua peternak harus kerja sama untuk meningkatkan popularitas pemeliharaan ikan Lele yang Hygienis.” katanya bersemangat. “Belum lagi kalau kita mau go international, pemeliharaan Lele kudu (harus, red) bersih dan Hygienis atukh!” serunya dengan logat Sunda yang kental. Haji Marwan mau kelak ikan Lele bisa jadi produk unggulan Indonesia untuk di ekspor secara regular ke Mancanegara.

Selamat dan sukses Pak Haji Marwan untuk VISI besarnya. Semoga kelak ikan Lele Sangkuriang dapat menyaingi popularitas ayam broiler sebagai lauk dalam menu harian masyarakat Indonesia hingga Mancanegara

2 komentar:

  1. Pak bagaimana caranya agar saya bisa jadi mitra bapak

    BalasHapus
  2. pak marwan, kerja sama seperti apa saja yang bapak tawarkan? perkenalkan saya agus dari ipb, kebetulan sekarang saya di pembibitan lele sangkuriang. mungkin saya bisa memasok ke para mitra bapak yang tentunya dengan harga dan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan. kalau bapak tertarik seilakan hubungi 085694858876 atau e-mail ke hariantoagus62@yahoo.com. trims...selam petani indonesia.

    BalasHapus