Jumat, 28 Oktober 2011

Perkembangan Lele Sangkuriang

Perkembangan ikan lele di indonesia sangatlah menarik untuk disimak, dari tahun ketahun setiap peternak , Pembeli maupun Pengusaha ingin mendapatkan hasil kwalitas lele yang terbaik.

Dengan berjalannya waktu, para ilmuwan maupun peternak lele yang kreatif mengembangkan varietas indukan LELE yang lebih unggul dengan menyilang kawinkan induk LELE menjadi induk yang berkwalitas, dalam arti dapat bertelur lebih banyak , dagingnya rasanya gurih dan kesat (tidak basah), tahan terhadap penyakit serta interval waktu pemijahannyapun lebih pendek .
Kesan masyarakat terhadap pemelihaaraan LELE masihlah berkesan menjijikkan karena masa lalu LELE selalu dipelihara pada lahan yang kumuh bahkan jorok ada yang di pelihara dikubangan tanah dan makanannyapun sangat kotor.
Tetapi budidaya LELE saat ini cukuplah bagus, budidiaya LELE pada kolam semen maupun terpal dan makanannyapun pelet bergisi dan berkwalitas, agar LELE dapat mempunyai kecepatan bobot untuk dapat dijual dan dikonsumsi.

LELE  DUMBO :
Pada tahun '80 an LELE DUMBO diperkenalkan di Indonesia dan disambut hangat oleh para petani LELE, karena berbagai keunggulan dibandingkan dengan LELE lokal, seperti junlah telur yang dikeluarkan oleh induk betina DUMBO relatif lebih banyak dibandingkan LELE lokal, kemampuan pemijahan lebih banyak per tahunnya.

Dengan waktu yang hampir  bersamaan di tahun 2004 diketemukan LELE Varietas Baru yakni LELE SANGKURIANG oleh BBPBAT (Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar) di kota Sukabumi oleh para ilmuwan. Sedangkan jenis Varietas yang lain adalah LELE PHYTON oleh Bp.Wawan Setiawan, "Ketua kelompok Pembudidayaan Ikan Air Tawar Sinar Kehidupan Abadi", di kota Pandeglang Banten.
Pembaca akan dapat mengenal lebih yakin kehebatan lele Varietas baru ini dari para pakar LELE SANGKURIANG dan pakar LELE PHYTON ,sbb :

UNGKAPAN PAKAR LELE SANGKURIANG, Bp. NASRUDIN , dari Mega Mendung, jabar :
Lele Sangkuriang, akhir-akhir ini mulai mendapatkan tempat teratas baik dikalangan peternak, pelaku usaha maupun konsumen lele. Tak heran jika lele jenis baru ini kian lama kian digemari, pasalnya lele sangkuriang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan lele dumbo biasa. Adapun beberapa keunggulan tersebut diantaranya sebagai berikut :

1. PRODUKSI TINGGI 
Angka produksi lele sangkuriang lebih tinggi dibanding lele dumbo biasa. Berdasarkan pengalaman di lapangan, untuk membesarkan benih lele dumbosebanyak 1000 ekor dengan pemberian pakan 1 kwintal hanya menghasilkan lele konsumsi sebanyak 70-80 kg. Sedangkan untuk lele sangkuriang dengan jumlah benih dan pakan yang sama dapat menghasilkan 1-1,4 kwintal.

2. MASA PANEN LEBIH CEPAT
Masa panen lele sangkuriang baik ditingkat pembenihan maupun ditingkat pembesaran terbukti lebih cepat dibandingkan dengan lele dumbo. Ditingkat pembenihan, pertumbuhan lele sangkuriang dari ukuran 2-3 cm untuk mencapai ukuran 5-6 cm memerlukan waktu 20-25 hari. Sedangkan pada lele Dumbo membutuhkan waktu sekitar 30-40 hari. Pada tingkat pembesaran, untuk penebaran benih 5-6 cm, untuk mencapai ukuran lele konsumsi siap panen, lele sangkuriang hanya membutuhkan waktu 50-60 hari dengan asumsi suhu udara rata-rata 25-28 derajat Celcius. Masa panen akan lebih cepat lagi jika dibesarkan di daerah yang memiliki suhu yang tinggi. Sebagai contoh untuk daerah yang suhunya 35-38 derajat Celcius hanya memerlukan waktu 45 hari saja sampai lele siap panen. Sementara pada lel dumbo memerlukanwaktu 3-4 bulan.

3. KEMAMPUAN BERTELUR dan DAYA TETAS TELUR TINGGI
Kemampuan bertelur induk lele sangkuriang dua kali lipat dibandingkan dengan lele dumbo. jika satu ekor induk lele dumbo dalam sehari bertelur biasanya menghasilkan 20.000-30.000 butir, sedangkan lele sangkuriang mampu bertelur hingga 40.000-60.000 butir. Begitu juga dengan daya tetasnya, Daya tetas lele dumbo terbilang cukup tinggi yakni 80% akan tetapi lele sangkuriang lebih tinggi lagi, yakni 90%. Dengan demikian angka produksi lele sangkuriang menjadi lebih tinggi dibanding lele dumbo.

4. LEBIH TAHAN TERHADAP PENYAKIT
Semua jenis lele memiliki pertahanan tubuh berupa lendir dikulitnya, termasuk lele sangkuriang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, jenis bakteri yang sering menyerang ikan air tawar jarang ditemukan di kolam atau wadah budidaya sangkuriang, terutama Trichoda sp. Dan Ichthiophthirius sp. Namun demikian langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit mutlak diperlukan.

5. KUALITAS DAGING LEBIH UNGGUL
Daging lele sangkuriang memiliki tekstur daging yang lebih padat dan minim kandungan lemak jika dibandingkan lele dumbo. Dari segi rasapun memiliki keunggulan yakni renyah, lebih gurih dan tidak bau lumpur. Apalagi jika dibudidayakan secara organik lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Lele jenis inipun memiliki kandungan omega3 yang sangat baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak.

6. TEKNIK PEMELIHARAAN LEBIH MUDAH
Teknik pemeliharaan lele sangkuriang relatif lebih mudah dibanding dengan lele dumbo biasa, apalagi dibandingkan dengan pemeliharaan jenis ikan lainnya. Lele sangkuriang bisa dibudidayakan dilahan yang sempit. Hanya diperlukan lahan 5X2 meter saja untuk membesarkan benih 1000 ekor. Dengan luas lahan tersebut berdasarkan pengalaman yang dilakukan Nasrudin dan Yadi serta peternak binaannya dapat menghasilkan lele konsumsi sebanyak 1-1,4 kwintal. Selain itu untuk menghemat biaya pembuatan kolam, lele sangkuriang bisa juga dibudidayakan menggunakan kolam terpal.

UNGKAPAN PAKAR LELE PHYTON, BP.WAWAN SETIAWAN, DARI PANDEGELANG, BANTEN.
Siapa tak kenal lele Dumbo ? varietas itu memang boleh dibilang sebagai bintangnya ikan lele. populer di akhir 1980 an, lele dumbo dikenal punya banyak keunggulan dibandingkan dengan varietas lele lainnya. Sebut saja kemudahan untuk dibudidayakan, dapat dipijahkan sepanjang tahun fekunditas (jumlah butir telur / kilogram 9kg) induk betina yang tinggi, pertumbuhan yang cepat dan efisiensi pakan yang tinggi.
Tapi itu dulu, sekarang pamor lele dumbo semakin meredup seiring dengan perkembangan zaman. Penggunaan induk yang tidak dikontrol membuat lele dumbo punya banyak kelemahan, mortalitas (tingkat kematian) benih yang tinggi dan tidak optimalnya produksi cuma sedikit dari kelemahan lele dumbo saat ini.
Itu sebabnya lele varietas baru pun kemudian dikembangkan. Jika beberapa waktu lalu pemerintah baru saja merilis lele sangkuriang sebagai varietas unggulan, kini ada pendatang baru asal kabupaten PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN yang tak kalah kinclongnya. Varietas tersebut adalah LELE PHYTON.
Yang menarik, jika lele Sangkuriang ditemukan oleh para peneliti bergelar akademik, LELE PHYTON  ditemukan oleh kelompok pembudidaya yang belajar secara otodidak. " Tapi kami yakin, secara kwalitas LELE PHYTON tak  kalah dengan LELE SANGKURIANG", kata WAWAN SETIAWAN, ketua kelompok pembudidaya Ikan Air Tawar Sinar Kehidupan Abadi yang menjadi penemu LELE PHYTON.
Kualitas LELE PHYTON juga diakui oleh KASUBDIN PERIKANAN BUDIDAYA PROPINSI BANTEN, Wahjul Chair, menurutnya, berdasarkan hasil pengujian ilmiah, LELE PHYTON memeang punya kwalitas yang setara dengan LELE SANGKURIANG. "Meski LELE PHYTON ditemukan oleh pembudidaya namun kwalitasnya bioleh diadu dengan LELE SANGKURIANG yang ditemukan dari laboratorium". Puji Wahjul.
Salah satu indikator tingginya kualitas LELE PHYTON bisa dilihat dari konversi pakannya. Memiliki FCR (Food Convertion Ratio) 1:1, maka satu kilogram pakan yang diberikan kepada LELE PHYTON juga akan menghasilkan sekilo daging. Bandingkan dengan FCR milik LELE SANGKURIANG yang punya perbandingan 1:0,81. Bukan itu saja, keunggulan LELE PHYTON yang lainadalah soal rasanya. Memiliki tubuh bak ular PHYTON, LELE PHYTON sangat lincah bergerak. Hal ini kemudian berkorelasi positif dengan rasa dagingnya.
"Karena lebih lincah, rasa daging LELE PHYTON terasa lebih enak dan gurih karena lemak yang terkandung lebih sedikit", kata WAWAN.
Bukan itu saja, karena lebih langsing LELE PHYTON terlihat lebih menarik jika disajikan dalam masakan ketimbang lele dumbo yang tambun. Apalagi jika LELE PHYTON diolah menjadi pecel lele, makin kloplah penampilannya. Kemampuan adaptasi WAWAN, yang kelompoknya bermarkas didesa BAYUMUNDU, KECAMATAN KEDUHEJO, PANDEGLANG menuturkan, ditemukannya LELE PHYTON  berawal dari kenyataan benih yang diimport dari daerah lain lebih sering mati jika dipeliharadikolam didesa tersebut.
Benih asal daerah lain, kata wawan tidak punya kemampuan untuk beradaptasi dengan iklim desa Bayumundu yang dingin. "Suhu didesa kami bisa mencapai 17 derajat celcius pada malam hari. Akibatnya benih yang didatangkan dari daerah lain tidak mampu beradaptasi dan akibatnya mati". Tuturnya.
Wawan menceritakan, kelompoknya pernah mendatangkan setengah juta benih lele dari Lampung. Namun benih tersebut memiliki tingkat mortalitas (kematian) yang sangat tinggi."seharusnya kami bisa panen50 ton, ternyata hanya bisa panen sebanyak 22 ton. Akhirnya kami berfikir bisa ngak bis kami harus mencetak benih sendiri", katanya.
Berawal dari kondisi tersebut, Wawan dan kelompoknya kemudian mulai mencoba mengembangkan lele asli pandeglang yang cocok dengan iklim di daerah tersebut. Setelah hampir 2 tahun melakukan percobaan trialo and error, lahirlah lele PHYTON pada 2004.
Wawan menjelaskan, lele phyton dihasilkan dengan menyilangkan induk eks Thailand generasi ke 2 (F@) dengan induk lele lokal. 'Untuk induk lele lokalnya kami tak tahu generasi keberapa, karena sudah bertahun-tahun dikembangkan disini', jelasnya. Digunakannya induk lele lokal dalam proses persilangan kemudian menghasilkan keunggulan lele phyton yang lain, yaitu kemampuan adaptasi terhadap iklim dingin yang dimiliki kabupaten Pandeglang. Kemampuan adaptasi tersebut membuat tingkat mortalitas lelephyton sangat rendah.Survival Rate (SR/tingkat kelangsungan hidup) lele phyton bisa jadi diatas 90%". kata Wawan yakin.
Kemampuan adaptasi lele phyton bukan sekedar berguna untuk daerah dingin, untuk daerah beriklim panas lele phyton punya kemampuan untuk beradaptasi yang luar bisa. "Berdasarkan pengalaman, benih yang dihasilkan didaerah dingin selalu bisa bertahan didaerah yang iklimnya dingin. Begitupula lele phyton."jelas Wawan. Untung terus, yang jelas, kwalitas lel phyton menjanjikan keuntungan marathon alias terus menerus. Menurut wawan, dengan modal awal Rp.5,8 juta, pendapatan pembudidaya bisa mencapai Rp.7,2 juta. itu artinya ada keuntungan sebesar Rp.1,4 juta untuk 50 hari siklus lele phyton.
Begini perinciannya, untuk satu kolam dengan 10.000 ekor benih tebar dan harga benih Rp.150,-/ekoe, maka dibutuhkan Rp.1,5 juta untuk pengadaan benih. Kemudian selama 50 hari pemeliharaan dibutuhkan satu ton pakan dengan harga Rp.4.300/Kg. Itu artinya dibutuhkan Rp.4,3 juta untuk pengadaan pakan, jadi total modal yang perlu disiapkan oleh pembudidaya Rp.5,8 juta. Setelah 50 hari pemeliharaan, panen yang akan diperoleh mencapai satu ton.
Dengan harga jual Rp.7.200/Kg pendapatan yang dikeruk pun mencapai Rp.7,2 juta. jadi keuntungan yang bisa diperoleh mencapai Rp.1,4 juta/siklus. "Yang membuat budidaya lele phyton semakin besar peluangnya adalah masih minimnya pasok ikan lele. Di Banten saja kebutuhannya yang mencapai 7 ton per hari belum terpenuhi", kata wawan. Kesimpulannya, buat anda yang ingin dipatuk keuntungan budidaya, lele phyton adalah pilihan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar