Selasa, 03 Januari 2012

Saya Harus Menjadi Pengusaha !

Oleh: Gelar S. Ramdhani

Menjelang tutup tahun 2011 tepatnya Rabu, 28 Desember 2011 saya memberanikan memulai langkah berwirausaha (entrepreneur)

Usaha yang saya kembangkan adalah budidaya ikan lele sangkuriang pada media plastik terpal, banyak orang yang mengatakan bahwa lele akan menjadi komoditas andalan di masa mendatang. 

Forecat  ini bukan tanpa alasan, lele merupakan ikan yang bandel, memiliki daya tahan tubuh tinggi terhadap serangan penyakit, dan mampu hidup dalam kondisi air yang rendah (Hendriana, 2010).
Lele Sangkuriang
Lele Sangkuriang
Modal awal untuk pembuatan kolam terpak tak lebih dari Rp. 200.000 /kolam untuk ukuran kolam 3 x 5 meter dan rencananya pada tahap awal bisnis saya rencanakan untuk membuat 3 kolam, dengan isi benih sekitar 3 -5 kg benih ikan lele sebesar rokok. 

Menjalankan budidaya ini saya tidak bekerja sendiri melainkan memberdayakan beberapa masyarakat yang menjadi tempat bisnis saya, khususnya masyarakat menengah ke bawah yang ada di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, nantinya diberlakukan sistem bagi hasil.

Gambar Ilustrasi: Budidaya Lele Kolam Terpal (Sumber Gambar: www.ternaklelesangkuriang.com)
Gambar Ilustrasi: Budidaya Lele Kolam Terpal (Sumber Gambar: www.ternaklelesangkuriang.com)
Hal lain yang mendasari saya memberanikan diri berbisnis budidaya lele adalah karena lele merupakan ikan yang cukup diminati oleh berbagai konsumen, coba kita perhatikan saja di pinggir jalan, saat ini cukup menjamur bisnis kuliner pecel lele dan lain sebagainya, hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa lele cukup banyak dinikmati, selain itu pula lele bisa diolah menjadi berbagai macam variasi makanan seperti kerupuk lele, abon lele, dan lain sebagainya.

Hari ini (Minggu 1 Januari 2011) masih dalam tahap pembangunan kolam terpal, dan meskipun sudah jadi tidak bisa langsung ditanami lele, karena ada beberapa hari untuk proses pemupukan kolam, setelah masa pemupukan kolam nantinya akan ditanami benih-benih lele yang siap dibesarkan. 

Menjalankan bisnis ini, saya berpendapat yang namanya untung rugi adalah hal yang wajar, meskipun untungnya kecil tapi saya merasa bahagia karena dengan budidaya lele ini saya bisa menjadi agent of change dengan memberdayakan masyarakat desa golongan menengah ke bawah.

Sehubungan dengan saya masih awam dalam bidang budidaya lele, bagi kawan-kawan yang sudah lebih senior saya mohon bimbingannya.

Tahapan Pemijahan Lele

Tahapan pemijahan indukan lele
    Tahapan penyuntikan Indukan Lele
  1. Siapkan kolam pemijahan dengan memberikan kakaban didasar kolam.
  2. Pemilihan Indukan Jantan dan Betina yang siap kawin dengan memperhatikan keseimbangan bobot jantan dan betina relatif sama.
  3. Penyuntikan indukan jantan dan betina menggunakan ovaprim.
  4. Indukan yang sudah di suntik dimasukkan di dalam kolam pemijahan. Penyuntikan dilakukan sekitar jam 3 dan dibiarkan selama 1 jam terlebih dahulu. Pasangkan satu indukan jantan dan satu indukan betina pada kolam pemijahan
  5. Kakaban yang sudah dipenuhi telur hasil pemijahan dipindahkan ke kolam pemeliharaan intensif larva.
  6. Setelah umur 2 minggu benih dilakukan sortir pertama kali. Untuk benih yang sudah berukuran 2-3 cm di pindahkan ke kolam pendederan.
  7. Penyortiran benih dilakukan dalam jangka waktu min 7 hari dan maksimal 10 hari setelah penyortiran 1 dan 2 dan seterusnya.  Gambar-gambar tahapan pemijahan lele di kolamku

Senin, 02 Januari 2012

Cara Pemberian Pakan Lele

Mengetahui tata cara pemberian pakan lele merupakan hal yang  penting dan berpengaruh sangat besar dalam kesuksesan produksi budidaya ternak lele. Sebaliknya, kesalahan dalam tata cara pemberian pakan lele dapat berakibat buruk, dari benih atau bibit lele yang mudah terserang penyakit sampai kondisi yang paling fatal yaitu kematian pada ikan lele yang dibudidayakan.

Banyaknya keluhan dari para pengusaha ternak atau budidaya lele tentang penyakit yang menjangkit lele peliharaan mereka sebagian besar diakibatkan dari kurang atau mungkin sama sekali belum mengetahui tentang tata cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, adapun tata cara pemberian pakan lele dapat dibagi menjadi :
1.    Waktu Pemberian Pakan
2.    Persiapan Pemberian Pakan
3.    Cara Memberikan Pakan

Tata cara pemberian pakan lele pada segmen pembenihan dan pembesaran tidak terlalu banyak perbedaan, perbedaan paling mendasar hanya pada pakan alami dan pakan tambahan. 

Pada segmen pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali ada pembudidaya yang meberikan cacing sutera, sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren, ikan runcah dan lainnya. Kita akan coba menjelaskan satu persatu dari ketiga bagian tata cara pemberian pakan lele.

1.     Waktu Pemberian Pakan
Dalam tata cara pemberian pakan lele, mengetahui waktu pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dengan enam kali sehari (Setiap 3 jam). Yang sangat penting dan harus diperhatikan adalah pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi, atau lebih jelasnya, jangan memberikan pakan pada lele sebelum jam sembilan pagi. 

Kenapa demikian? Berdasarkan penelitian pada waktu pagi sebelum jam sembilan, permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, jadi jika kita memberikan pakan pada saat yang terlalu pagi, maka pakan akan bercampur dengan zat-zat tersebut sehingga menjadi racun dan berbahaya bagi kesehatan ikan. Dengan menunggu hingga jam sembilan, diharapkan sudah cukup waktu  untuk zat-zat tersebut menguap karena disinari oleh matahari. 

Adapun penyakit yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang, diakibatkan oleh parasit karena ikan memakan pakan yang telah tercemar oleh zat-zat yang merugikan.

2.    Persiapan Pemberian Pakan
Walaupun terlihat sepele, persiapan pemberian pakan juga merupakan faktor yang tidak bisa dilupakan dalam tata cara pemberian pakan lele. Persiapan pemberian pakan untuk pakan yang berbentuk pelet, sebaiknya para pengusaha ternak lele harus membiasakan membibis pakan pelet yang akan diberikan (kecuali pelet tenggelam), 

Bibis adalah proses membasahi pelet dengan air (dianjurkan dengan air hangat), gunanya agar pelet mengembang, sehingga ikan lele yang mempunyai sifat rakus tidak akan memakan pelet terlalu banyak atau berlebihan, jika kita memberikan pelet dalam kondisi kering, lele akan terus saja menyantap pelet dengan rakus, terlalu banyaknya lele menyantap pelet kering yang belum mengembang akan berakibat fatal, karena pelet-pelet tersebut akan mengembang dalam perut lele, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan lele bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Adapun tata cara pemberian pakan lele untuk pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara mengolah atau membersihkan pakan tersebut dengan baik, misalnya jika kita membeli cacing sutera dari toko ikan atau pengepul, sebaiknya cacing-cacing tersebut dicuci atau dibilas sebelum disebar ke kolam. 

Atau jika kita menggunakan ayam tiren pada segmen pembesaran, sebaiknya ayam tersebut direbus, jangan dibakar, karena jika dengan proses membakar, biasanya yang matang/hangus hanya bagian kulitnya saja, sementara bagian dalamnya belum matang, sehingga masih terdapat zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan ikan, sementara jika prosesnya dilakukan dengan cara merebus, biasanya ayam tiren akan matang secara keseluruhan dan aman dikonsumsi oleh lele.

3.    Cara Memberikan Pakan
Cara memberikan pakan yang baik juga wajib diketahui oleh para pelaku usaha ternak lele agar tata cara pemberian pakan lele menjadi lengkap dan tepat guna.

a.    Cara memberikan pakan yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, untuk mudahnya kita umpamakan tiga bagian kolam adalah ujung kanan, tengah dan ujung kiri, langkah pertama adalah sebar pelet secukupnya pada sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang, cirinya adalah terlihatnya beberapa butir pelet yang tersisa pada saat ditebar dipermukaan kolam. 

Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak, sehingga membantu pertumbuhan ikan, selain itu, dengan cara ini para pelaku usaha ternak lele juga dapat mengontrol tingkat responsif ikan lele.

b.    Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tidak disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, sesuai namanya sifat pelet tenggelam akan tenggelam pada saat ditebar, jadi tebarkanlah sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yang terlanjur tenggelam tidak akan dimakan, jika pada titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan, ulangi dan lakukan lagi prosesnya pada setiap pemberian pakan pelet tenggelam.

c.    Pada segmen pembenihan, pakan alami seperti cacing sutera diberikan dengan cara disebar di sudut, di sisi dan di bagian tengah kolam, cacing sutera yang telah dibersihkan/dibilas lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, tehnik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan yang tersebar di seluruh bagian kolam akan rata mendapatkan makanan. 

Sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar meminimalisasikan sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam, dengan cara seperti ini, tulang yang tersisa di tali gantungan dapat segera dibuang, sisa tulang yang berserakan bisa sangat berbahaya bagi pelaku ternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak dan melukai kaki atau dapat merobek terpal bagi pengguna kolam terpal.

Semoga saja ulasan ini bermanfaat, diharapkan dengan diterapkannya cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, para pelaku usaha ternak lele dapat mencegah resiko lele terserang penyakit atau kerugian lainnya, sehingga angka kematian lebih dapat diminimalisir dan dapat mencapai target produksi yang diinginkan, karena pada prinsipnya, mencegah itu sangat jauh lebih berguna dari pada mengobati, sukses untuk seluruh pengusaha ternak lele Indonesia,

Belajar Beternak Lele Sangkuriang Dan Budidaya Tanaman

Terik matahari nampaknya tidak terasa bagi para peserta  Workshop Persiapan Purnabakti Angkatan II yang diselenggarakan Pusdiklat Keuangan Umum. 

Hal ini tampak pada keceriaan seluruh peserta dalam kunjungan di sebuah pembudidayaan  “Lele Sangkuriang” di LNK Farm dikawasan Depok,Jawa Barat. 

Selain itu, kunjungan dilanjutkan melihat bisnis kos-kosan yang dikelola oleh seorang pensiunan POLRI di kawasan Margonda.  

Bisnis lain yang juga dikunjungi dalam PKL workshop ini antara lain: budidaya tanaman anggrek, bisnis laundry, budidaya tanaman obat, dsb.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Workshop Persiapan Purnabakti  Angkatan II yang diselenggarakan pada tanggal 12 September s.d 16 September 2011. Workshop ini diikuti oleh 28 peserta dari beberapa unit eselon I di Kementerian Keuangan.  

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi pegawai yang akan memasuki masa pensiun dengan mempersiapkan psikologis memasuki masa pensiun; mengelola keuangan keluarga dan mempersiapkan kewirausahaan; menggali minat usaha yang sesuai.

Sehingga setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan mampu tetap berkarya pada masa pensiun. (Taufiq/evalap)

Teknik Pembesaran Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal

Lele Sangkuriang (Clarias Sp) merupakan jenis ikan yang termasuk dalam famili Claridae dan genus Clarias. Spesies ini merupakan saudara dekat lele Dumbo yang selama ini dikenal, sehingga ciri-ciri marfologinya hampir sama dan merupakan hasil perkawinan silang lele Dumbo antara Induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6) (Ade Sunarma, 2004).


 
Lele Sangkuriang memiliki kecepatan tumbuh yang relative cepat yaitu umur 3 bulan pemeliharaan sudah layak panen dan memiliki prospek yang cukup baik.

Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya penjaja pecel lele di pinggir jalan, di pasar-pasar lokal selalu terdapat penjual lele yang kapasitas penjualannya lebih banyak dibanding ikan-ikan lain (hasil pengamatan di pasar). 

Kolam Terpal
Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam gali maupun kolam semen. Kolam karpet pertama kali dicoba dan diciptakan oleh Bapak Mujarob, seorang Kontak Tani Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1999. 

Karpet yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. 

Ukuran terpal yang di sediakan oleh pabrik beragam sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan. Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah.

Keuntungan dari kolam terpal adalah
1. Terhindar dari pemangsa ikan liar
2. Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan pergantian air maupun panen. Selain itu untuk mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan.
3. Dapat dijadikan peluang usaha skala mikro dan makro,
4. Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam. 

Petunjuk Awal Pengisian Air dan Bibit
Untuk mendapatkan lele yang berkualitas dan hasil yang memuaskan maka kondisi kolam harus disesuaikan dengan habitat yang disukai lele. 

Langkah Pertama
Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan kain atau sikat untuk menghilangkan bau lem atau zat kimia yang dapat mematikan bibit ikan.

Setelah itu kolam dikeringkan selam satu hari, barulah kolam diisi dengan air setinggi 30 cm. Kedalaman tersebut sangat ideal bagi bibit yang sewaktu-waktu bergerak kepermukaan air. Air yang telah diisi dibiarkan selama seminggu 

Langkah Kedua
Disiapkan bibit sebanyak 2.000 ekor ukuran 3 - 5 cm. Untuk ukuran kolam 3 X 4 X 1 m. Pemakaian bibit sebaiknya ukuran yang telah memakan pelet butiran (F 999), hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberiaan makan, agar tidak terjadi banyak kematian . 

Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukan ke dalam kolam tetapi dimasukan kedalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam. 

Perawatan Lele dalam Kolam Terpal
Perawatan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya. Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut : 

-Penambahan air dan Pergantian air
Bila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm.

secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 - 20 cm). Pergantian air dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung).

Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat). Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hampir kering).

Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar). 

- Pemberian Pakan
Pemberian pakan harus disesuaikan dengan besar mulut ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah f 999 sampai ikan umur 2 minggu kemudian 781-2 sampai umur 2 bulan dan 781 sampai umur ikan sipa panen yaitu 3 bulan. Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konfersi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konfersi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan.

Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan samapai 3 bulan. Pemberian bangkai ayam atau usus ayam harus yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan. 

Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan pakan lele dalam usaha makro, sebaiknya pakan pellet tersebut harus dibuat sendiri . 

Panen
Pemanenan dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua). Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak konsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 sampai 10 ekor per kg.

Mengenal Lebih Jauh Lele Sangkuriang

Ikan ini juga dapat dipijahkan sepanjang tahun; fekunditas telur yang tinggi; dapat hidup pada kondisi air yang marjinal; dan efisiensi pakan yang tinggi. 

Namun demikian, akibat pengembangan usaha budidaya yang sangat pesat dengan penggunaan induk yang tidak terkontrol, telah menyebabkan terjadinya penurunan mutu induk yang digunakan dan benih yang dihasilkan. 

Hal tersebut ditandai dengan rendahnya pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih sehingga produksinya tidak optimal. 

Sebagai upaya perbaikan mutu induk dan benih lele dumbo, BBAT Sukabumi sejak tahun 2000 telah melakukan perbaikan genetik melalui silang-balik (backcross). Hasil uji keturunan dari induk hasil silang balik, menunjukkan adanya peningkatan dalam pertumbuhan benih yang dihasilkan. 

Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan didiseminasikan kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini dinamakan LELE SANGKURIANG.
 
Induk lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). 

Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi.

Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2-6).
Diseminasi lele sangkuriang dapat berupa induk siap pakai atau benih calon induk. 

Diseminasi diprioritaskan kepada BBI/UPTD. Perikanan pemerintah daerah propinsi/kabupaten/kota dan unit pembenihan rakyat atau kelompok pembudidaya ikan yang direkomendasikan oleh Pemerintah Daerah, yang mampu bekerjasama dengan Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi untuk pengelolaan induk dan mampu menerapkan prosedur produksi calon induk/benih secara benar.

Benih hasil induk lele sangkuriang hanya dapat digunakan untuk produksi ikan konsumsi dan tidak direkomendasikan untuk dijadikan induk kembali. 

Ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas lele yang dihasilkan.

Budidaya Lele Sangkuriang Di Wilayah Tanggamus

Lele Sangkuriang adalah varian terbaru ikan yang sangat dikenal masyarakat Indonesia, yaitu Lele. Setelah kita mengenal lele local, lalu lele dumbo, dan sekarang ada yang dikenal dengan Lele Sangkuring.
 
Lele sangkuriang adalah hasil persilangan genetika Lele dumbo varian terbaik. Sejak varian ini ditemukan, terbukti bisa menghasilkan kwalitas yang sangat bagus, dan belum terkena penyakit, seperti jenis lele-lele sebelumnya.

kemudian saya berniat untuk mencoba membudidayakannya dan saya coba untuk berbincang-bincang dengan petani lele yang ada di Pekon kejayaan Kecamatan Talangpadang Kabupaten Tanggamus dan Kecamatan Gunung alip untuk berusaha mendapatkan babon sangkuriang.
 
Dan alhamdulillah melalui penerbangan Garuda dengan Nomor SMU 8060 4090 GA 102 para indukan sampai di bandara beranti pukul 10.05 sampailah lele sangkuriang yang kami idam-idamkan ketempat kami

setelah tiga hari atau secepatnya kami akan melalukan pemijahan secara serentak di pekon kejayaan, Pariaman dan Pekon Banding Agung,